Author name: Support Koronka

Peran Cold Storage dalam Menjaga Kestabilan Rantai Pasokan Pangan (Food Supply Chain)

Peran Cold Storage dalam Menjaga Kestabilan Rantai Pasokan Pangan (Food Supply Chain) Rantai pasokan pangan (food supply chain) merupakan rangkaian aliran barang, informasi, dan proses dalam menghasilkan, mengangkut, dan mendistribusikan produk pangan dari sumber (pemasok) ke tujuan akhir (pelanggan atau pembeli). Rantai pasokan pangan yang stabil memiliki dampak yang sangat signifikan dalam menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas tinggi. Gambar 1. Alur Rantai Pasokan Pangan Menurut Tobing (2015) rantai pasok pangan memiliki berbagai keunikan yang dipengaruhi oleh beberapa karakteristik sebagai berikut: Karakteristik Produksi/Sumber: Melibatkan proses biologis dan waktu panen yang dapat meningkatkan variabilitas dan risiko kerusakan. Hal ini membutuhkan penanganan yang fleksibel dan teknik khusus dalam pengelolaannya. Karakteristik Produk dan Distribusi: Produk yang cepat rusak memerlukan sistem distribusi yang tepat untuk memastikan kualitas tetap terjaga. Preferensi Konsumen: Konsumen sangat peka terhadap masalah kesehatan dan isu lingkungan, yang memengaruhi permintaan serta standar produk. Hal ini sering terjadi pada sayuran, buah-buahan, daging, dan ikan yang memiliki umur simpan yang sangat pendek. Maka diperlukan penanganan khusus dari tahap pasca panen dari petani hingga sampai ke konsumen. Penanganan khusus ini bisa ditemukan dengan penggunaan cold storage sebagai tempat penyimpan produk, yang mana berfungsi dalam memperlambat  penurunan kualitas produk dan memperpanjang masa simpan produk, sehingga umur produk menjadi lebih lama. Cold storage adalah fasilitas penyimpanan yang dirancang khusus dengan suhu tertentu yang digunakan untuk menyimpan berbagai jenis produk, terutama produk yang mudah rusak seperti produk pangan, dengan tujuan untuk menjaga kesegarannya. Dengan mempertahankan kualitas produk, mengurangi kerusakan, mendukung produksi musiman, dan meningkatkan efisiensi logistik, cold storage berperan penting dalam memastikan produk pangan tersedia dengan baik dan aman untuk dikonsumsi. Koronka Nusantara menawarkan pembuatan/pengadaan custom cold storage sesuai kebutuhan bisnis Anda. Menggunakan produk cold storage dari Koronka Nusantara dapat menjadi langkah investasi yang tepat dalam pengadaan fasilitas cold storage dan teknologi penyimpanan yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang baik bagi produsen, distributor, maupun konsumen, serta meningkatkan keseluruhan keberlanjutan rantai pasokan pangan.

Peran Cold Storage dalam Menjaga Kestabilan Rantai Pasokan Pangan (Food Supply Chain) Read More »

Manfaat Cold Storage dalam Bidang Agribisnis

Manfaat Cold Storage dalam Bidang Agribisnis Sektor agribisnis di Indonesia menjadi salah satu sektor yang paling penting. Hal tersebut didukung oleh luasnya lahan pertanian Indonesia yang subur sehingga dapat memberikan kontribusi yang cukup besar untuk perekonomian di Indonesia. Bahkan, sektor agribisnis telah mengekspor berbagai macam hasil pertanian ke berbagai negara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekonomi Indonesia meningkat sebesar 5,11 persen pada kuartal pertama tahun 2024. Namun, sektor pertanian mengalami penurunan sebesar -3,54 persen akibat gangguan produksi komoditas pertanian pada awal tahun (Liputan6.com, 2024). Gambar 1. Sektor pertanian (Nasional Tempo.co) Rendahnya hasil produktivitas sektor agribisnis/pertanian disebabkan oleh fenomena El Nino yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 2023 sehingga produktivitas pertanian menjadi menurun. Dalam kondisi seperti ini, teknologi penyimpanan hasil pertanian sangat dibutuhkan dalam mengurangi pemborosan, menjaga kestabilan pasokan pangan, dan meningkatkan pengelolaan rantai pasokan. Selain itu, penyimpanan yang efektif juga mendukung diversifikasi produk, mempertahankan kualitas dan nilai gizi, serta memperkuat ketahanan pangan. Investasi dalam teknologi penyimpanan yang efisien merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan kestabilan dalam sektor pertanian, terutama di masa-masa sulit. Salah satu teknologi penyimpanan hasil pertanian adalah cold storage. Cold storage merupakan gudang pendingin dengan teknologi penyimpanan yang memanfaatkan suhu rendah untuk menjaga kesegaran dan kualitas produk. Cold storage digunakan untuk memperlambat proses biologis seperti pembusukan, pematangan, dan pertumbuhan mikroorganisme pada berbagai jenis produk, termasuk makanan dan bahan pertanian. Dalam bidang agribisnis, cold storage memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan kesegaran produk, serta mengurangi kerugian pasca panen. Sebagai dukungan di bidang agribisnis dalam menanggulangi dampak El Nino, Koronka Nusantara sebagai pabrik cold storage menawarkan Cold Storage Chiller yang memiliki suhu operasional +8 s/d +2 derajat Celcius dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian yang membutuhkan temperatur rendah namun tidak sampai kondisi beku. Dengan produk Cold Storage Chiller dari Koronka Nusantara diharapkan dapat membantu para kelompok petani lokal untuk tetap menjaga kualitas mutu hasil pertanian di tengah menurunnya produktivitas akibat dampak dari El Nino. 

Manfaat Cold Storage dalam Bidang Agribisnis Read More »

LAMA PENYIMPANAN PRODUK MAKANAN

Pernahkah Anda mendapati makanan yang Anda simpan dalam suhu rendah ternyata sudah busuk atau basi? Kebanyakan orang menganggap bahwa dengan menyimpan makanan dalam kulkas, maka makanan tersebut akan bertahan dalam waktu lama. Padahal tidak selalu demikian. Makanan memiliki jangka waktu bertahan tertentu saat disimpan dalam kulkas. Lalu, berapa lama makanan bisa disimpan dalam Cold Storage? Kulkas? Freezer? Lamanya masa penyimpanan produk makanan pada suhu dingin berikut daftarnya : PRODUK KULKAS/CHILLER FREEZER DAGING MERAH 3 – 4 HARI 12 BULAN DAGING UNGGAS 1 – 2 HARI 12 BULAN IKAN LAUT 1 – 2 HARI 12 BULAN DAGING GILING 1 – 2 HARI 3 – 4 BULAN DAGING OLAHAN 2 MINGGU 12 BULAN BUAH 3 – 5 HARI -/+ 8 BULAN SAYURAN 3 – 5 HARI 8 BULAN Suhu yang tepat untuk penyimpanan : Jika produk setelah di beku kan, lalu produk di simpan di suhu freezer untuk menjaga kesegaran dan kualitas produk. Faktor penentu daya tahan makanan Daya tahan makanan berbeda-beda antara satu jenis makanan dengan makanan lainnya. Penyebab makanan busuk biasanya adalah berkembangnya bakteri pada makanan tersebut. Bakteri tersebut dapat mengeluarkan racun yang berbahaya pada makanan. Jika dikonsumsi, bisa menimbulkan gejala keracunan makanan seperti nyeri perut, muntah, diare, dan demam. Pada suhu panas, bakteri akan mati, sementara pada suhu dingin bakteri tidak mati namun berhenti berkembang. Itulah mengapa proses penyimpanan makanan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Apa saja faktor yang menentukan daya tahan makanan? Ada beberapa makanan yang tidak di sarankan disimpan di suhu dingin berikut daftarnya dan alasannya :

LAMA PENYIMPANAN PRODUK MAKANAN Read More »